GLOBALISASI

Posted: November 30, 2011 in Tugas-Tugas Kuliah (2011-2012)

 SOSIOLOGI – FISIP

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

seri publikasi

mata kuliah Teori Sosial Dan  Politik

judul : Globalisasi

nama/kelompok : Adrian Amurwonegoro.    nim : D0310004

pengampu : akhmad ramdhon

Sebagai isu yang paling sering di bahas, globalisasi menjadi sebuah fenomena yang menimbulkan berbagai macam praduga dan interpretasi, terutama ketika dikait-kaitkan dengan kesejahteraan umat manusia di dunia. Ada pihak-pihak yang melihat bahwa globalisasi ekonomi adlah suatu keniscayaan sejarah yang akan membaha kemakmuran, perdamaian, dan demokrasi bagi seluruh umat manusia, namun ada juga pihak-pihak yang meyakini bahwa globalisasi ekonomi akan mengakibatkan ketimpangan dalam distribusi pendapatan dan semakin luasnya kemiskinan.

Globalisasi menciptakan peluang pasar-pasar internasional dan kompetitif bagi pihak-pihak yang mampu mengelola perekonomiannya secara efisien, tetapi di sisi lain, menjdi ancaman serius bagi pihak-pihak yang tidak mampu mengelola sektor perekonomiannya dengan baik.

Sesungguhnya kepopuleran istilah “globalisasi” dan “pasar bebas” tidak dibarengi dengan kesadaran akan adanya bahaya yang terkandung dalam gagasan globalisasi dan pasar bebas tersebut, yang pada hakikatnya adalah bentuk perkembangan kapitalisme. Di masa lalu, untuk menjamin tersedianya bahan baku dan pasar bagi barang-barang yang diproduksi oleh sebuah negara. Kapitalisme berubah bentuk menjadi imperialisme dan kolonialisme. Caranya adalah dengan menaklukkan negeri-negeri lain secara fisik dan menjadikan negeri-negeri tersebut sebagai jajahan atau koloninya. Negara-negara yang lebih kuatt bisa secara paksa membeli bahan baku dengan harga yang sangat murah, selanjutnya menjual hasil produksinya dengan harga sangat tinggi.

Sekarang ini, cara-cara pemaksaan seperti yang terjadi pada masa kolonialisme, seperti dalam kasus kolonialisme Indonesia masa lampau, mungkin tudak bisa dilakukan lagi. Ini dikarenakan selain cara-cara itu sudah ketinggalan zaman, cara seperti itu juga dianggap tidak beradab, dan bertentangan dengan hak asasi manusia yang diakui sebagai hak universal. Oleh karena itu, agar negara-negara yang lebih kuat masih mampu membeli bahan baku dengan harga semurah mungkin, maka negara-negara maju merumuskan suatu cara yang lebih canggih yaitu melalui globalisasi dan pasar bebas.

Masalah negara sedang berkembang bagaimanapun juga, tatanan ekonomi global yang didasarkan pada liberalisasi ekonomi telah membuat ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara negara kaya dan negara miskin semakin besar. Sebagai fenomena yang tidak bebas nilai, globalisasi ekonomi menyangkut siapa yang mendapatkan porsi terbesar dalam proses globalisasi tersebut, dan fakta membuktikan bahwa negara-negara majulah yang mendapatkan porsi terbesar, sedangkan negara-negara miskin tetap rugi, dan justru malah bertambah miskin.

Selain itu masalah besar lain yang dihadapi oleh negara-negara yang berkembang dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan dunia internasional untuk meliberalisasikan perekonomian mereka adalah biaya sosial dan politik yang terjadi akibat terbukanya pasar barang dan pasar financial. Liberalisasi barang dan jasa serta melemahkan posisi pekerja dan serikat pekerja. Di pihak lain, tenaga kerja tidak terampil tidak bebas berpindah ke negara-negara yang tingkat upah rata-ratanya lebih tinggi. Ini membuat beban sosial yang dihadapi negara-negara berkembang semakin besar karena mungkin kemampuan mereka sangat terbatas.

Globalisasi dan Persebaran demokrasi, Ada pihak-pihak yang berpandangan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mampu memberdayakan dan mendekatkan penyebaran demokrasi secara global. Menurut pandangan ini, perkembangan demokrasi yang berlangsung di negara-negara  Eropa timur dan negara-negara berkembang ddapat dianggap sebagai globalisasi informasi. Ini disebabkan karrena globalisasi informasi dipandang telah menciptakansuatu masyarakat yang terbuka dan kritis. Selain pandangan diatas. Ada juga pandangan yang menyatakan bahwa jika suatu negara menggadopsi ekonomi passar global, secara otomatis tindakan akan membuka kesempatan yang lebih besar bagi terwujudnya demokratisasi. Pandangan kedua ini akan menemui kebenarannya jika diterapkan untuk menjelaskan beberapa kasus di negara Amerika Latin. Namun teori ini gagal jika digunakan untuk mengamati frnomenna di Asia Timur. Di wilayah ini, meskipun pasar sudah terbuka dan ekonomi global telah menembus sangat jauh dalam kehidupan ekonomi negara dan masyarakat, demokrasi yang diharapkan akan berlangsung lebih baik ternyata telah gagal diwujudkan.

Para penulis globalisasi menyatakan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh negara-negara nasional sekarang ini terletak pada bagaimana menciptakan negara yang efektif. Negara efektif adalah suatu negara yang mampu mengambil kebijakan-kebijakan yang efektif ketika dihadapkan pada mekanisme pasar yang bekerja secara tidak sempurna. Untuk itu, diperlukan suatu birokrasi yang terampil dan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap kesejahteraan rakyat dan kecukupan sumber daya finansial. Tanpa itu, negara hanya akan menjadi kekuatan subdordinasi yang dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan dan kepentingan pasar. Dalam situasi seperti ini, legitimasi keberadaan negara akan semakin rapuh karena kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan para penyelenggara negara jauh dari kepentingan ekonomi masyarakat, dan Indonesia menjadi salah satu contoh mengenai hal ini.

Daftar Pustaka :

Winarno, Budi.2008. Globalisasi Peluang atau Ancaman bagi Indonesia. Jakarta : Erlangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s