Kasus Freddy Budiman Kena Sindir Di Solo

Posted: November 28, 2013 in Warna-warni bersama Republik Aeng-Aeng (2013)

BQrQlhgCUAE204W DSC_0004.jpg 2 DSC_0022.jpg 2 DSC_0032.jpg 2 aksi-teatrikal-e1374987157461

AKSI treatikal yang digelar di tengah jalan Slamet Riyadi Solo saat berlangsungnya Car Free Day. Minggu (28/7/2013) menjadi pusat perhatian. Aksi yang digelar seorang diri tersebut mengecam penegakkan hukum atas gembong Narkoba Freddy Budiman.

Aksi yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 08.30 WIB didesain mirip seperti tahanan di dalam penjara. Namun tak seperti di penjara pada umumnya, di dalam penjara tersebut “Freddy Budiman” bisa tetap melakukan transaksi Narkoba secara online, dengan menggunakan laptop. Sebagai penggambaran beberapa barang sebagai simbolisasi Narkoba juga terlihat berserakan di sel.

Pemeran Freddy Budiman dalam teatrikal, Adrian Amurwonegoro (21) mengaku merasa prihatin dengan LP Cipinang yang seolah-olah hukum bisa diberi dengan uang.

” Kita prihatin saja dengan hukum yang ada di Indonesia ini, tidak ada ketegasan sama sekali. Seharusnya Fredy Budiman harus dihukum setimpal bukan malah dijadikan anak kesayangan karena bisa menyogok Kepala Lapas dengan uangnya,” ujarnya ketika ditemui wartawan, seusai aksi treatikal di CFD, Minggu (28/7/2013).

Sementara itu, salah seorang pengunjung CFD asal Jebres, Ardiantara (18) mengatakan hal yang sama. Menurutnya Indonesia perlu penegak hukum yang kuat dan jujur, supaya orang-orang yang benar-benar bersalah bisa dihukum sesuai apa yang mereka perbuat. *Larasati Reyma P (SoloBlitz)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s