MEREKAM JEJAK DI KOTA BUDAYA PENUH NUANSA, SOLO.

Posted: November 30, 2013 in Artikel

logo

“Bengawan Solo, Riwayatmu kini

Sedari dulu jadi perhatian insani

Musim kemarau tak seberapa air mu

Dimusim hujan air meluap sampai jauh”

Lirik di atas merupakan kutipan lagu Tradisional Bengawan Solo, lagu khas yang cocok untuk mengiringi langkah demi langkah anda menikmati suasana Kota Solo. Kota Solo lahir 268 tahun yang lalu tepatnya 17 Februari 1745, beberapa tahun terakhir ini setiap memperingati Hari Ulang Tahun nya Kota Solo rajin mengadakan pawai karnaval menampilkan berbagai keragaman budaya dan menampilkan karakter-karakter wayang yang juga untuk melestarikan wayang sebagai warisan budaya yang diakui UNESCO.

Next, Mendengar nama Kota Solo apa sih yang terbesit di benak kita ? kalau saya sih soal kuliner juga budaya dan pariwisatanya karena di Solo banyak hal menarik yang saya rasakan. Di awal tulisan ini akan saya ceritakan kuliner yang berhasil membuat bibir dan lidah saya selalu berdansa menari.

img_20121021034808_50830e08698b7 img_20121021034910_50830e462c85d

Foto by detikTravel

Ketika saya masih kecil sepulang dari luar kota, waktu itu hari masih sangat dini, saya di ajak ayah mampir di sebuah warung, di warung itu tertera tulisan gudeg ceker Bu Kasno, warung yang memang hanya buka pada dini hari  lokasinya di daerah Margoyudan, sangat menawarkan sensasi kuliner khas tersendiri.

Saat langkah mengiringi saya masuk, saya melihat warung ini menyediakan berbagai olahan makanan, ada gudeg, jenang, dan yang paling mantap di saat mata saya tertuju pada bertumpuk-tumpuk ceker berenang di kuah kaldu kental berwadah baskom tampak lezat, saya pun tak sabar untuk mencicipi gudeg ceker Bu Kasno dan tanpa basa-basi saya langsung pesan satu porsi tidak lama menunggu tersajilah ceker di sebuah piring, ceker ayam yang dimasak sangat dahsyat bumbunya benar-benar merasuk, langsung saya melumatnya, baru kali ini saya menemukan olahan ceker yang sangat empuk berselimut bumbu yang merasuk gurih, asin, manis kombinasi yang benar-benar sempurna, yang di sajikan berteman teh manis hangat sungguh nikmat, warung makan ini kerap ramai terutama oleh wisatawan luar Kota Solo.

Kenangan yang menyenangkan dari porsi pertama yang saya makan sungguh teramat mengesankan, hingga dewasa ini, saya selalu membandingkan olahan ceker manapun dengan gudeg ceker Bu Kasno ini namun tidak ada yang mengalahkan, dan saya selalu ingin kembali merasakan, saya terakhir beli di sana pada saat bulan Ramadhan, walaupun saya non muslim tetapi saya ingin menikmati suasana sahur di gudeg ceker Bu Kasno. Hingga sekarang saya benar-benar tidak pernah menemukan gudeg ceker yang saya makan mengalahkan gudeg ceker Bu Kasno, anda boleh buktikan sendiri yang jelas tidak menyesal deh kalau mampir kesini, saya pun kalau membayangkan suka ngiler sendiri.

Menurut saya sensasi dini hari atau pagi hari itu yang membuat nuansa tersendiri yang mungkin akan membuat rindu untuk kembali, bayangkan saja dini hari setelah memakan santapan gurih tersebut kita bisa mencari penginapan untuk beristirahat sejenak tidak susah kok mencari penginapan di Solo, setelah beristirahat siang hari kita bisa berjelajah Kota Solo.

Solo bersejarah, Solo menawan

IMG_3559

Berjelajah jalan-jalan di Keraton Solo yang di bangun sejak tahun 1744-an bisa jadi destinasi tak terlupakan bagi kita, tiket masuk pun juga pasti aman bagi kantong anda, tiket masuk cuma antara 8.000-10.000 rupiah, supaya anda tidak kecewa saya kasih tahu jam buka, kalau senin-kamis buka sekitar jam setengah 9 pagi sampai 2 siang kalau sabtu-minggu dari sekitar jam setengah 9 pagi sampai 3 sore dan hari jumat tutup, pastikan anda datang di waktu yang tepat ya..

Tapi anda jangan kuatir mulai petang hari tidak jauh dari Keraton masih di kompleks Keraton kalau warga disini mengenalnya dengan sebutan alun-alun kidul banyak wedangan di seputaran alun-alun, banyak aneka macam jajanan, permainan anak-anak. Anda bisa mengelilingi alun-alun kidul dengan menggunakan becak lampu yang memang sengaja disewakan untuk memudahkan para wisatawan untuk mengelilingi sekitaran alun-alun kidul, disana kita bisa melihat ada 2 kereta bersejarah yang konon itu adalah kereta pesiar dan kereta jenazah peninggalan Paku Buwono X, ada pula tempat yang di gunakan acara uji nyali dunia lain beberapa waktu yang lalu, kesan mistis dan sakral pun akan terasa jika anda melewati/mendekati lokasi ini.

DSC_1689

Tidak jauh dari tempat kereta di area yang berseberangan terdapat kerbau yang keturunan Kyai Slamet atau yang dikenal dengan sebutan Kerbau Bule, merupakan kerbau milik Keraton yang di kirab setiap Malam Satu Suro bersama benda-benda pusaka milik Keraton lainnya, kirab Malam Satu Suro merupakan salah satu tradisi di Kota Solo saat memasuki tahun baru Islam. Foto di atas adalah pada saat saya dan kawan dari Jakmania Kalideres pose bersama salah satu Kerbau Bule beberapa waktu lalu.

DSC02594 DSC02595

DSC02610

Saya yang juga mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Solo kerap melakukan riset di Kota Solo salah satunya beberapa waktu yang lalu saya pernah riset di Kampung batik Laweyan menelusuri rekam jejak sejarah laweyan menjadi sentra penghasil batik, di sana kita tidak hanya bisa mengenal sejarah, tapi juga bisa mempelajari kesenian batik, belajar membatik, melihat berbagai macam kerajinan batik. Dalam benak saya, kota ini benar-benar tak kenal lelah melestarikan kesenian batik, hampir di setiap rumah di kampung Laweyan rajin memproduksi batik.

PicsArt_1376929593865

 IMG_3379

Malam hari pun kita tak perlu kuatir Kota Solo memiliki Gladag Langen Bogan atau yang terkenal dengan sebutan Galabo berlokasi di sebelah timur Bundaran Gladag, tepatnya di depan Pusat Grosir Solo berdekatan juga dengan Benteng bersejarah di Kota Solo yang dikenal dengan Benteng Vastenburg, sebelum perut bergejolak anda pun bisa berfoto ria atau sekedar berjalan-jalan saja menikmati pemandangan Benteng Vastenberg. Galabo sendiri menyediakan berbagai macam aneka makanan khas Solo semisal ada sate kere, tengkleng, wedang ronde, wedang dongo, atau kalau mau bersantai di pinggiran jalan Kota Solo yang lebih hemat biaya anda bisa mampir di wedangan atau yang biasa orang Solo kenal dengan sebutan HIK (Hidangan Istimewa Kampung) karena yang di tawarkan memang makanan-makanan sederhana, tapi asli soal nuansa dan sensasi pasti ngangeni. Foto diatas saat saya bersama sahabat-sahabat saya bercengkrama berbagi rasa di HIK, menurut saya HIK/wedangan adalah lesehan berselimut persahabatan, harganya murah tenan, bersama kawan-kawan durasi lama pun nyaman.

IMG_3528

Setelah itu anda bisa kembali beristirahat di penginapan yang anda tempati, keesokan hari nya pengen keliling Kota, jika anda datang di hari libur atau anda berombongan ada baiknya anda naik bus werkudara yang siap menemani anda berkeliling kota atau bisa juga naik Sepur Kluhuk Jaladara disana anda akan merasakan naik kereta dengan nuansa beberapa abad silam, dengan konsep tradisional kereta ini masih memakai kayu untuk bahan bakarnya, kalau di hari biasa jika anda tidak membawa kendaraan sendiri bisa kok naik Batik Solo Trans, atau kalau pengen yang lebih khas bisa naik becak, dengan kayuhan manusia yang tak kenal lelah demi sesuap nasi.

Kalau anda pecinta barang antik anda bisa mampir ke pasar Triwindu disana menjual berbagai macam barang-barang antik, kuno tapi bernilai sejarah tinggi anda bisa menemukan mulai assesoris barang-barang antik yang cantik untuk hiasan dekorasi rumah anda, keramik-keramik kuno dan masih banyak lagi barang-barang antik nan menarik yang bisa anda temui disana, lokasinya dekat juga dengan Ngarsopuro dan Pura Mangkunegaran, Pura Mangkunegaran ini didirikan oleh Raden Mas Said pada tahun 1757. Pura Mangkunegaran dan Ngarsopuro ini lokasinya juga menarik loh untuk anda yang hobi fotografi.

Buat anda yang cinta arkeologi anda bisa bermain dan mengenalkan anak anda dengan berbagai benda purbakala di Museum Purbakala Sangiran, inilah yang merupakan salah satu World Heritage Site, yang layak anda kunjungi, perjalanan kurang lebih sekitar 45 menit dari pusat Kota Solo.

Atau anda yang mendambakan kesejukan anda bisa melancong ke Grojogan Sewu Tawangmangu tepatnya di lereng Gunung Lawu perjalanan sekitar 60 menit dari pusat Kota Solo, mata kita akan di manjakan dengan indahnya panorama Grojogan yang mengalir deras dari atas ke bawah dan rasakan sensasinya kita di bawa Grojogan terkena cipratan-cipratan air nan eksotis, jalan lebih naik lagi dari Grojogan Sewu kita dapat menemui Cemoro Sewu yang lokasinya dekat dengan jalur pendakian Gunung Lawu, saya sering bermain kesana bersama keluarga, bersama sahabat-sahabat saya, kita bisa merasakan hangatnya secangkir kopi disela dinginnya udara yang menusuk raga, dan mungkin akan menghabiskan bertusuk-tusuk sate kelinci atau dengan jagung bakar pedas sangat enak disantap bersama dinginnya udara khas di Tawangmangu, yang pasti membuat pikiran kita fresh, jiwa kita tenang, damai merasakan kesejukan.

Oke, demikian. Bicara Kota Solo rasanya tidak kenal henti dari bicara kuliner, budaya, pariwisata apalagi di setiap bulan pasti ada event menarik yang di selenggarakan. Saya rasa tidak cukup anda sehari dua hari untuk melumat seluruh destinasi Kota Solo, butuh waktu lebih atau anda bisa kembali lagi ke kota ini di lain waktu, tenang saja Solo akan tetap membuat aman kantong anda para pecinta jalan-jalan dan wisata.

Saya pribadi akan memuaskan waktu-waktu saya di Kota Solo sekarang ini, Kota penuh kesan ini. Sebelum saya akan bekerja mungkin di luar kota yang akan jauh dari Solo, I Love Solo dan jangan lupa dengan kata ini setelah anda melancong ke Solo, yaitu Solo Ngangeni !!!

 banner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s